Dec 15, 2006

SELEB BLOG membantah: Situ Sirik apa Juwita?


Menurut berita salah satu SELEB BLOG telah mengeluarkan pernyataan pers tentang gera'an yang dianggapnya SUBVERSIF ini.

Menurut SELEB BLOG yang berinisial PN ini, gera'an jangan komen ini hanyalah gera'an sesaat dan merupakan trend sesat™ yang tidak akan bertahan lama.

Dan daripada ngurusin harus ngasih komen apa, mending juga jalan-jalan ke Dunia Fantasi, bisa menghibur diri.

"Komen adalah HAK AZASI MANUSIA jadi bebas dong orang mau ngasih komen apa dan dimana, ga bisa dibatesin gituloh!", tandas sang SELEB BLOG.

"Kalo harus diatur-atur ini itu, ga boleh komen ini itu, memang kita siapa? PASKIBRA?", tambahnya lagi.

Tapi walaupun begitu, dia menanggapi gera'an positif ini sebagai suatu mekanisme kritik internal (indomie telor anal) seperti ketika saat VP Indonesia JK, mengkritik agar KPK jangan terlalu rajin dong, orang mau korupsi, eh mau inovasi, jadi takut.

Begitulah tanggapan seorang SELEB BLOG terhadap gera'an ini.

PROPAGANDA JANGAN KOMEN DI BLOG SELEB


Yang kaya makin kaya. Pemeo itu terjadi bukan hanya di strata sosial dunia nyata tapi juga di blog.

Kok bisa?

Mata uang di dunia blog adalah inlink (jumlah link yang masuk). Makin banyak inlink, makin kayalah blog.

Blog baru terus bermunculan dan anehnya, tanpa disuruh, blog baru selalu dan selalu ngelink ke blog-blog seleb. Sayangnya, blog seleb terkenal pelit ngelink ke blog baru.
Akibatnya fatal: blog-blog baru jadi makin miskin. Blog seleb makin kaya.

Ketimpangan sosial ini bukan cuma terjadi di situ.

Blog juga semestinya jadi ajang diskusi. Yang terjadi jauuuuh dari ideal. Sebagian besar komen di blog seleb hanyalah comment for comment'sake. Komen seperti "Pertamax!" atau "Lima besar bukan ya?" makin memperparah situasi kondisi strata sosial. Satu komen lame dianggap sama dengan satu komen bermutu. Resiko demokrasi sih, tapi kita bisa kok memperbaiki keadaan.

Apakah saya harus selalu komen bermutu?
Atau saya harus selalu komen hanya untuk sekedar komen?

Jadi bagaimana?

Di dunia nyata, kita mudah membuat seseorang menjadi seleb. Zarima yang ratu narkoba malah tampil di cek-ricek, padahal dia lebih pantas tampil di Buser.

Kenapa kriminal bisa jadi seleb? Media jawabannya. Media saat ini sudah sangat terlalu komersil dan tidak mengindahkan kaidah-kaidah moral kebangsaan. Apa yang laku, ya itu dijual sampai todemak.

Kondisi ini juga bermetaphor dengan kondisi blogshpere. Blogger yang tulisannya biasa-biasa saja mampu jadi blogger seleb hanya karena banyak yang komen. Blogger yang tulisannya luar biasa malah jarang dikomen karena satu alasan konyol; alasan yang sama bagaimana media memperlakukan Zarima: karena blog baru tidak laku.

Kita komen di blog seleb dengan harap-harap cemas blog kita juga akan terekspos. Persis seperti infotainment yang jalan tak tentu arah. Mengais-ngais berita apa yang paling panas untuk digosipkan dengan harapan meningkatnya rating AC Nielsen.

Apakah anda mau membuat blogshpere tercinta berubah menjadi infotainment. Hah? Hah?!? Hah?!?

Bersama-sama kita bisa merubah keadaan ini.

Solusi sosial yang kami tawarkan adalah sederhana: Jangan komen di blog seleb!

Dengan tidak komen di blog seleb, tidak akan ada lagi blog seleb. Tak ubahnya seperti blog pemula, blog seleb hanyalah blogger biasa. Itu yang harus kita ingatkan pada blogger seleb untuk menghentikan kezhaliman mereka.

Bayangkan dunia tanpa gap sosial yang curam. Semua berjalan egaliter. Anda komen, sayapun balas komen. Bukan cuma komen "Hi, nice blog! Salam kenal". Memangnya kita ini spammer? Tapi komen yang berkualitas dan membangun diskusi.

Jika anda kerjanya cuma ngabis-ngabisin benwit untuk komen di blog seleb tanpa dibales komen, lalu mana iklim diskusinya?

Para blog seleb kurang menyadari hal ini. Blog seleb tidak sadar bahwa hanya satu komen yang tulus dan jujur dari mereka sanggup membuat para blog pemula menjadi semangat untuk selalu menulis. Jangan biarkan harapan menulis itu pupus hanya karena kesombongan dan ahlesan speedy sux. Jangan!

Bersama kita bisa membenahi kondisi ini.
Bersama kita bisa ingatkan para blog seleb bahwa mereka hanyalah blogger biasa.

Kita diberi Tuhan dua tangan. Sehingga satu tangan putus, yang lain masih bisa"Ngeblog!".
Jangan biarkan para blog seleb menzhalimi tangan ngeblogmu.

Jangan komen di blog seleb!



Ditulis oleh http://andryshuzain.com